Kunci Sukses
Kami sempat terlibat pembicaraan kecil saat melakukan check-in di bandara Hang Nadim, Batam. Kami akan terbang menuju Surabaya saat itu. Sebuah pembicaraan yang ringan. Sebuah sapaan yang sudah umum dalam satu antrian di counter sebuah maskapai penerbangan. Kami akan berada di satu pesawat.
Yang tidak saya sangka adalah, ternyata kami duduk di baris yang sama di dalam pesawat. Dia duduk di dekat jendela. Teman saya, Sunardi, duduk di tengah. Sementara saya duduk di pinggir dekat lorong.
Yang tidak saya sangka lagi, dia adalah lelaki yang sangat cerewet. Setelah kami duduk, mulutnya selalu saja mengeluarkan kata-kata dengan intensitas yang cukup tinggi. Dia berbicara tentang berbagai hal. Apa saja dia bicarakan mulai dari hal yang besar sampai hal yang kecil sekalipun. Ada saja hal yang dibicarakan dan dikomentari. Hebatnya, Sunardi, teman saya sangat antusias berbicara dengannya. Saya hanya sesekali terlibat pembicaraan. Selebihnya saya membaca majalah atau novel yang saya bawa. Beruntung, saya tidak duduk bersebelahan dengannya.




