Kunci Sukses

Kami sempat terlibat pembicaraan kecil saat melakukan check-in di bandara Hang Nadim, Batam. Kami akan terbang menuju Surabaya saat itu. Sebuah pembicaraan yang ringan. Sebuah sapaan yang sudah umum dalam satu antrian di counter sebuah maskapai penerbangan. Kami akan berada di satu pesawat.

Yang tidak saya sangka adalah, ternyata kami duduk di baris yang sama di dalam pesawat. Dia duduk di dekat jendela. Teman saya, Sunardi, duduk di tengah. Sementara saya duduk di pinggir dekat lorong.

Yang tidak saya sangka lagi, dia adalah lelaki yang sangat cerewet. Setelah kami duduk, mulutnya selalu saja mengeluarkan kata-kata dengan intensitas yang cukup tinggi. Dia berbicara tentang berbagai hal. Apa saja dia bicarakan mulai dari hal yang besar sampai hal yang kecil sekalipun. Ada saja hal yang dibicarakan dan dikomentari. Hebatnya, Sunardi, teman saya sangat antusias berbicara dengannya. Saya hanya sesekali terlibat pembicaraan. Selebihnya saya membaca majalah atau novel yang saya bawa. Beruntung, saya tidak duduk bersebelahan dengannya.

Read more

Kunci Bahagia

Alit, kesini kamu!” pak Jus setengah berteriak.

Saya menoleh dan melangkah mendekatinya. Pak Jus, demikian lelaki itu dipanggil, adalah seorang lelaki berperawakan kekar. Dari perawakan dan logat bicaranya sudah dapat dikenali bahwa pak Yus adalah orang timur. Pak Yus berasal dari Menado. Hanya saja ia telah menetap dan tinggal di Jakarta. Warna kulit coklat tua. Wajahnya dibentuk oleh sudut-sudut yang jelas. Rambut berombak dihiasi oleh warna putih. Umurnya memang cukup tua. Tapi tingkahnya masih seperti anak muda. Tegas, cekatan, dan supel.

Duduk kau!”

Aku duduk di sampingnya.

Maukah engkau aku beri nasehat?”

Tentang apa pak Jus?”

Tentang hidup bahagia. Hidup bahagia itu ada kuncinya. Engkau ingin tahu?”

Segera aku mengantongi ponsel demi melihat keseriusan yang ditunjukan pak Jus. Aku tidak tahu mengapa pak Jus berbicara tentang ini dengan tiba-tiba. Aku seperti anak kecil yang siap mendengarkan sebuah dongeng tentang putri cantik.

Read more

Amazing Blue

 

Perpaduan antara birunya lautan dan langit. Laut biru dengan riak airnya. Langit biru dengan riak awannya.

Sendiri

Sebatang pohon asam tegak berdiri di tengah persawahan. Sendiri tanpa teman.

Petani

Tiga petani timbul tenggelam di antara padi. Ladang perlu disiangi dari tanaman liar.

Mengintip Gunung

Mengintip gunung di kejauhan. Perlukah mengintip sesuatu yang agung?

Mengayuh

Mengayuh sepeda di jalanan desa. pelan. Batang-batang padi terikat di boncengan.

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.